Karena banwidth adalah kebutuhan !!!

May 22, 2008

Listrik WARNET @ Indonesia, Bisa !!!

Filed under: Tentang Warnet — mpiq @ 3:22 pm

Baru saja saya turun dari ketinggian 2.958 mdpl pada hari minggu. Ternyata saya sudah terlalu tua untuk naek gunung lagi, terbukti di hari pertama (jum’at) saya & istri saya beserta tim sweeper “nyangkut” di 2.400-an mdpl jalur Gn. Putri tepat jam 22.30 dan esoknya (sabtu) jam 08.00 lanjut menyusul temen2 yg lain di Taman Surya Kencana untuk Upacara HUT ARCHAEOPTERYX.

Sabtu pk. 16.00 akhirnya mencapai puncak Gede setelah menanjak 1 jam dari Tamam Surya Kencana. Tidak lama setelah foto2an *halahhhh* akhirnya turun lewat jalur Cibodas. Tepat jam 19.30 akhirnya kumpul semua di Camp / Shelter KANDANG BADAK. Minggu jam 11.00 pas, rombongan kembali lanjut untuk turun ke Cibodas/Mandalawangi lewat jalur Air panas (HotSpring). Hasilnya cukup mengejutkan, karena malam ketika turun dari puncak ke KB saya sempet keseleo, efeknya turun kali ini lebih dahsyat karena selepas AirPanas saya kecengklak lagi sampe 3 kali !!!!!!
Alhasil cuma saya suami-istri yang jalannya paling lambat yang akhirnya menghabiskan sepatu BUCHERI kesayangan saya yg 500an rebu itu jebol sisi kiri dari depan ke belakang🙂

Finally akhirnya sampe Cibodas/Mandalawangi jam 17.00 tanpa mampir ke Air Terjun Cibeureum hiksss….. Dalam kondisi terpincang2 dan melangkah kayak orang kraton jalan selangkah selangkah😦

Sampe Jakarta, saya kontak sahabat saya yg memiliki warnet lebih dari 10 lokasi di Jabodetabek. Awalnya memang kami berencana untuk mengumpulkan rekan2 warnet Depok (wilayah Margonda & Kelapa Dua) untuk menyikapi tentang kenaikan listrik dengan menaikkan tarif warnet 20%. Pada saat telepon tersebut saya utarakan untuk membatalkan hal tersebut, saya katakan bahwasanya bisnis warnet kita (saya & sahabat saya) memang mengalami penurunan profit margin sebesar 30% akibat tagihan listrik yang membengkak tersebut. Pendapat saya, resikonya dengan menaikkan tarif bisa mematikan warnet2 kecil & belum tentu semua warnet setuju dengan hal tersebut dikarenakan lebih banyak warnet yang sudah mendapatkan ROI / BEP (balik modal). Lagi pula dengan naiknya harga BBM nanti kemungkinan besar daya beli pastinya akan turun sehingga dengan naiknya tarif warnet akan mengurangi kuantiti kunjungan user tiap harinya. Seandainya pun memang ingin menaikkan harga, cukup warnet kita (saya & sahabat saya) saja yang menaikkan tarif. Toh pada akhirnya warnet akan berfikir bahwa manajemen setiap warnet akan berbeda.

Akhirnya pembicaraan mengarah bagaimana kita menekan biaya penggunaan listrik tersebut.

Sekitar 5 hari sebelum saya “jalan2” kurang kerjaan naik gunung Gede-Pangrango, saya mendapat private message YM dari rekan lama saya, rekan saya tersebut memberikan informasi bahwa dia menggunakan tarif PLN dengan layanan Multiguna. Sebelumnya saya sudah mendapatkan berita ini dari “paman” saya di pengurus AWARI bahwa rekan saya tersebut memang menggunakan tarif multiguna. Keuntungan dari tarif multiguna adalah kita tidak dibebani dengan biaya Abodemen dan Pajak PJU, sehingga kita tinggal mengkalikan saja penggunaan kWh kita setiap bulan dengan tarif Multiguna sebesar Rp. 1.340,-/kWh.

Kembali ke YM dengan rekan lama saya, dia menceritakan telah menggunakan tarif multiguna di warnetnya yang memiliki 50 unit PC. Dengan beban penggunaan sekitar 5.500 kWh per bulan, rekan lama saya “hanya” membayar Rp. 5.500.000,-….lho kok bisa???
Ternyata sodara2, rekan lama saya tersebut telah “NEGO” harga per kWh tarif multiguna tersebut menjadi Rp. 1.000,-/kWh dengan Kepala UPJ PLN setempat. Terlepas dari jabatan orang tua rekan lama saya tersebut yg memang “pejabat” di PLN, saya mencoba kontak ke PLN pusat dan mendapatkan informasi bahwa memang benar kalau tarif multiguna dibebaskan dari beban abodemen & PJU, namun untuk masalah menawar harga tarif multiguna menjadi Rp. 1000,- dikatakan bahwa itu tidak mungkin dikarenakan tarif tersebut adalah TARIF NASIONAL. Ketika saya ceritakan tentang harga yg didapat rekan lama saya, pihak PLN yg ditelepon menjawab bahwa hal tersebut TIDAK MUNGKIN.

Entah mana yang benar, yang jelas memang banyak cara untuk “meng-akali” tarif listrik. Mulai dari “memecah” meteran, “ngumpetin” meteran (meteran diluar 4.4KVA, meteran yg diumpetin 11KVA, jadinya pake listrik 14.5 KVA tapi cuma bayar 4.4 KVA :-D) sampai menawar harga tarif multiguna. Memang semuanya berujung pada “kongkalikong” antara pengguna dengan “pejabat” PLN setempat. Hal seperti ini sepertinya udah jadi bahan publik dikarenakan bukan lagi rahasia. Sama seperti ketika saya pertama kali menambah daya dari 4.400 ke 23.000 untuk warnet saya, prosedurnya bayar ini, bayar itu, siapin surat ini, siapin surat itu, bikin gambar (busetttt) jaringan, biaya gambar, dan waktu untuk tambah daya pelaksanaannya bisa mencapai sebulan !!!!! *canggih pisan*
Ujung2nya akhirnya ada “pejabat” PLN setempat yg mengatakan kesaya, katanya dengan biaya “segini” aja biar bisa sulap… bener aja, abis bayar, sorenya Box Panel Meteran Listrik 3 Phasa segede *Alaihim* udah menclok di warnet saya…. ga perlu 30 hari, bahkan ga sampe 30 jam…😀

Senin siang lalu, “paman” saya yg pengurus AWARI kontak YM dengan saya dan membahas kembali tarif multiguna tersebut. Saya katakan ya seperti yg sudah saya klarifikasi dengan menelpon pihak PLN. Akhirnya saya utarakan SEBUAH IDE ke “paman” saya itu agar lebih baik AWARI yang mencoba untuk “NEGO” harga tersebut sehingga AWARI bisa menjadi fasilitator dengan pengajuan tersebut dan hal inilah salah satu yg dibutuhkan warnet atas peran serta AWARI di dunia warnet.

Simulasinya adalah bahwa AWARI yang mengajukan penggunaan tarif multiguna dan warnet yang tergabung sebagai anggota AWARI lah yang dapat menikmati hal tersebut. Masalah teknisnya, itu tergantung dari kesepakatan (MoU) antara AWARI – PLN. Memang ini cuma sebuah IDE yang muncul begitu saja dari otak saya, masalah mungkin atau tidaknya, kembali kepada yg mau mencoba ide saya tersebut…. Toh rekan lama saya bisa maen sulap dengan tarif multiguna itu, sapa tau aja AWARI lebih hebat lagi maen sulapnya… hehehehe *kidding om*😀

Buat Warnet, dilema ini mau gak mau harus ditelan… dalam pembicaraan saya dengan sahabat saya itu di telpon, mau ga mau kita harus ikut, kita bisa apa ??

Sementara semangat Kebangkitan Nasional ini adalah INDONESIA, BISA !!!

Listrik jadi jantung idup matinya warnet, kalo bandwith putus user bisa aja maen games offline (LAN) sementara waktu. Tapi kalo listrik putus, mau apa ?? Makanya saya katakan ke sahabat saya itu kita ga bisa apa2… mau nolak harga gimana caranya, apa demo ??? wong yang lain anteng2 aja ga ribut2… mau boikot, apa yg bisa di boikot :-D… mau ga bayar, ya listrik dimatiin sama PLN, kita kering ga bisa idup dari warnet…😦

Pejabat negara mungkin ga pernah ngerasa bayar listrik karena ditanggung negara, ga pernah bayar BBM karena ditanggung negara, ga pernah bayar telepon karena ditanggung negara… tapi ya biarlah, mungkin mereka2 itu orang penting sehingga harus menerima “aneka subsidi” biar kerjanya bisa fokus memperbaiki negri ini *amiiiin*…

Tapi buat kita2 *taela kita2, kita2 yg mana???* mau gimana lagi… di saat Kebangkitan Nasional ini, warnet tetap harus bicara BISA!!! untuk negara ini… warnet harus tetap ada untuk masyarakat… warnet harus tetap murah untuk masyarakat… warnet tetap harus BANGKIT (LAGI!!!) untuk mempertahankan keterpurukan… kenapa ???

Karena peran WARNET masih SANGAT dibutuhkan oleh banyak penduduk negara ini, apapun itu kebutuhannya……….

Jadi, berbahagialah kita para Warnetters karena kita juga termasuk salah satu Orang Penting di negri ini🙂 *narsis mode: ON*

4 Comments »

  1. Saya Setuju aja dech, Internet tuh amat puenting

    Comment by EL Locco — August 14, 2008 @ 9:23 am

  2. LANJUTKAN!! Pemerintahan penuh tikus berdasi, pelantikan 11 M LANJUTKAN!!

    Comment by lanjutkan — September 10, 2009 @ 6:53 pm

  3. […] Jadi, berbahagialah kita para Warnetters karena kita juga termasuk salah satu Orang Penting di negri ini *narsis mode: ON* Comments (2) […]

    Pingback by DEZZTRONET | dezztronet — December 19, 2010 @ 3:58 pm

    • negara ini bagaikan kue yg telah di buat dan akan di hidangkan sedang kita adalah anak – anak negeri ini,….mereka membagi kue cuma pada anak ana yg mereka sayang,…tapi kenapa aq tidak di bagi kue itu….apa salahku…? apakah aku bukan kesayangan mereka dan aq anak nakal?…

      Comment by alfatirus4 — January 19, 2014 @ 2:37 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: