Karena banwidth adalah kebutuhan !!!

May 22, 2008

Listrik WARNET @ Indonesia, Bisa !!!

Filed under: Tentang Warnet — mpiq @ 3:22 pm

Baru saja saya turun dari ketinggian 2.958 mdpl pada hari minggu. Ternyata saya sudah terlalu tua untuk naek gunung lagi, terbukti di hari pertama (jum’at) saya & istri saya beserta tim sweeper “nyangkut” di 2.400-an mdpl jalur Gn. Putri tepat jam 22.30 dan esoknya (sabtu) jam 08.00 lanjut menyusul temen2 yg lain di Taman Surya Kencana untuk Upacara HUT ARCHAEOPTERYX.

Sabtu pk. 16.00 akhirnya mencapai puncak Gede setelah menanjak 1 jam dari Tamam Surya Kencana. Tidak lama setelah foto2an *halahhhh* akhirnya turun lewat jalur Cibodas. Tepat jam 19.30 akhirnya kumpul semua di Camp / Shelter KANDANG BADAK. Minggu jam 11.00 pas, rombongan kembali lanjut untuk turun ke Cibodas/Mandalawangi lewat jalur Air panas (HotSpring). Hasilnya cukup mengejutkan, karena malam ketika turun dari puncak ke KB saya sempet keseleo, efeknya turun kali ini lebih dahsyat karena selepas AirPanas saya kecengklak lagi sampe 3 kali !!!!!!
Alhasil cuma saya suami-istri yang jalannya paling lambat yang akhirnya menghabiskan sepatu BUCHERI kesayangan saya yg 500an rebu itu jebol sisi kiri dari depan ke belakang🙂

Finally akhirnya sampe Cibodas/Mandalawangi jam 17.00 tanpa mampir ke Air Terjun Cibeureum hiksss….. Dalam kondisi terpincang2 dan melangkah kayak orang kraton jalan selangkah selangkah😦

Sampe Jakarta, saya kontak sahabat saya yg memiliki warnet lebih dari 10 lokasi di Jabodetabek. Awalnya memang kami berencana untuk mengumpulkan rekan2 warnet Depok (wilayah Margonda & Kelapa Dua) untuk menyikapi tentang kenaikan listrik dengan menaikkan tarif warnet 20%. Pada saat telepon tersebut saya utarakan untuk membatalkan hal tersebut, saya katakan bahwasanya bisnis warnet kita (saya & sahabat saya) memang mengalami penurunan profit margin sebesar 30% akibat tagihan listrik yang membengkak tersebut. Pendapat saya, resikonya dengan menaikkan tarif bisa mematikan warnet2 kecil & belum tentu semua warnet setuju dengan hal tersebut dikarenakan lebih banyak warnet yang sudah mendapatkan ROI / BEP (balik modal). Lagi pula dengan naiknya harga BBM nanti kemungkinan besar daya beli pastinya akan turun sehingga dengan naiknya tarif warnet akan mengurangi kuantiti kunjungan user tiap harinya. Seandainya pun memang ingin menaikkan harga, cukup warnet kita (saya & sahabat saya) saja yang menaikkan tarif. Toh pada akhirnya warnet akan berfikir bahwa manajemen setiap warnet akan berbeda.

Akhirnya pembicaraan mengarah bagaimana kita menekan biaya penggunaan listrik tersebut.

Sekitar 5 hari sebelum saya “jalan2” kurang kerjaan naik gunung Gede-Pangrango, saya mendapat private message YM dari rekan lama saya, rekan saya tersebut memberikan informasi bahwa dia menggunakan tarif PLN dengan layanan Multiguna. Sebelumnya saya sudah mendapatkan berita ini dari “paman” saya di pengurus AWARI bahwa rekan saya tersebut memang menggunakan tarif multiguna. Keuntungan dari tarif multiguna adalah kita tidak dibebani dengan biaya Abodemen dan Pajak PJU, sehingga kita tinggal mengkalikan saja penggunaan kWh kita setiap bulan dengan tarif Multiguna sebesar Rp. 1.340,-/kWh.

Kembali ke YM dengan rekan lama saya, dia menceritakan telah menggunakan tarif multiguna di warnetnya yang memiliki 50 unit PC. Dengan beban penggunaan sekitar 5.500 kWh per bulan, rekan lama saya “hanya” membayar Rp. 5.500.000,-….lho kok bisa???
Ternyata sodara2, rekan lama saya tersebut telah “NEGO” harga per kWh tarif multiguna tersebut menjadi Rp. 1.000,-/kWh dengan Kepala UPJ PLN setempat. Terlepas dari jabatan orang tua rekan lama saya tersebut yg memang “pejabat” di PLN, saya mencoba kontak ke PLN pusat dan mendapatkan informasi bahwa memang benar kalau tarif multiguna dibebaskan dari beban abodemen & PJU, namun untuk masalah menawar harga tarif multiguna menjadi Rp. 1000,- dikatakan bahwa itu tidak mungkin dikarenakan tarif tersebut adalah TARIF NASIONAL. Ketika saya ceritakan tentang harga yg didapat rekan lama saya, pihak PLN yg ditelepon menjawab bahwa hal tersebut TIDAK MUNGKIN.

Entah mana yang benar, yang jelas memang banyak cara untuk “meng-akali” tarif listrik. Mulai dari “memecah” meteran, “ngumpetin” meteran (meteran diluar 4.4KVA, meteran yg diumpetin 11KVA, jadinya pake listrik 14.5 KVA tapi cuma bayar 4.4 KVA :-D) sampai menawar harga tarif multiguna. Memang semuanya berujung pada “kongkalikong” antara pengguna dengan “pejabat” PLN setempat. Hal seperti ini sepertinya udah jadi bahan publik dikarenakan bukan lagi rahasia. Sama seperti ketika saya pertama kali menambah daya dari 4.400 ke 23.000 untuk warnet saya, prosedurnya bayar ini, bayar itu, siapin surat ini, siapin surat itu, bikin gambar (busetttt) jaringan, biaya gambar, dan waktu untuk tambah daya pelaksanaannya bisa mencapai sebulan !!!!! *canggih pisan*
Ujung2nya akhirnya ada “pejabat” PLN setempat yg mengatakan kesaya, katanya dengan biaya “segini” aja biar bisa sulap… bener aja, abis bayar, sorenya Box Panel Meteran Listrik 3 Phasa segede *Alaihim* udah menclok di warnet saya…. ga perlu 30 hari, bahkan ga sampe 30 jam…😀

Senin siang lalu, “paman” saya yg pengurus AWARI kontak YM dengan saya dan membahas kembali tarif multiguna tersebut. Saya katakan ya seperti yg sudah saya klarifikasi dengan menelpon pihak PLN. Akhirnya saya utarakan SEBUAH IDE ke “paman” saya itu agar lebih baik AWARI yang mencoba untuk “NEGO” harga tersebut sehingga AWARI bisa menjadi fasilitator dengan pengajuan tersebut dan hal inilah salah satu yg dibutuhkan warnet atas peran serta AWARI di dunia warnet.

Simulasinya adalah bahwa AWARI yang mengajukan penggunaan tarif multiguna dan warnet yang tergabung sebagai anggota AWARI lah yang dapat menikmati hal tersebut. Masalah teknisnya, itu tergantung dari kesepakatan (MoU) antara AWARI – PLN. Memang ini cuma sebuah IDE yang muncul begitu saja dari otak saya, masalah mungkin atau tidaknya, kembali kepada yg mau mencoba ide saya tersebut…. Toh rekan lama saya bisa maen sulap dengan tarif multiguna itu, sapa tau aja AWARI lebih hebat lagi maen sulapnya… hehehehe *kidding om*😀

Buat Warnet, dilema ini mau gak mau harus ditelan… dalam pembicaraan saya dengan sahabat saya itu di telpon, mau ga mau kita harus ikut, kita bisa apa ??

Sementara semangat Kebangkitan Nasional ini adalah INDONESIA, BISA !!!

Listrik jadi jantung idup matinya warnet, kalo bandwith putus user bisa aja maen games offline (LAN) sementara waktu. Tapi kalo listrik putus, mau apa ?? Makanya saya katakan ke sahabat saya itu kita ga bisa apa2… mau nolak harga gimana caranya, apa demo ??? wong yang lain anteng2 aja ga ribut2… mau boikot, apa yg bisa di boikot :-D… mau ga bayar, ya listrik dimatiin sama PLN, kita kering ga bisa idup dari warnet…😦

Pejabat negara mungkin ga pernah ngerasa bayar listrik karena ditanggung negara, ga pernah bayar BBM karena ditanggung negara, ga pernah bayar telepon karena ditanggung negara… tapi ya biarlah, mungkin mereka2 itu orang penting sehingga harus menerima “aneka subsidi” biar kerjanya bisa fokus memperbaiki negri ini *amiiiin*…

Tapi buat kita2 *taela kita2, kita2 yg mana???* mau gimana lagi… di saat Kebangkitan Nasional ini, warnet tetap harus bicara BISA!!! untuk negara ini… warnet harus tetap ada untuk masyarakat… warnet harus tetap murah untuk masyarakat… warnet tetap harus BANGKIT (LAGI!!!) untuk mempertahankan keterpurukan… kenapa ???

Karena peran WARNET masih SANGAT dibutuhkan oleh banyak penduduk negara ini, apapun itu kebutuhannya……….

Jadi, berbahagialah kita para Warnetters karena kita juga termasuk salah satu Orang Penting di negri ini🙂 *narsis mode: ON*

June 27, 2007

Selamat jadi orang ANEH…..

Filed under: Tentang Hidup .... — mpiq @ 5:57 pm

“Dunia memang aneh”, gumam Pak Ustadz
“Apanya yang aneh Pak?” tanya penulis yang fakir ini.
“Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik,
tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya
dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa”

“Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan pakaian yang paling
bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan
kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami” Kata Pak Ustadz.
Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan
menuju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah.

Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya”
“Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih ? tanya ibu muda itu.
Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan
dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang lain rasanya;

“Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan memang semestinya
seperti itu ditumbenin ?
Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah jalan, ditengah
kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja ?
Kenapa orang ke mesjid dianggap aneh? Orang yang pergi ke mesjid akan terasa
“aneh” ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton sinetron “intan”.
Orang ke mesjid akan terasa “aneh” ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang
ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan.
Orang kemasjid terasa “aneh” ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor
kehujanan.

Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, “Kamu akan banyak menjumpai “keanehan-keanehan” lain disekitarmu” , kata Pak Ustadz.
“Keanehan-keanehan” disekitar kita ? Cobalah ketika kita datang kekantor, kita lakukan
shalat sunah dhuha, pasti akan nampak “aneh” ditengah orang-orang yang sibuk sarapan,
baca koran dan ngobrol.
Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa “aneh”, karena masjid masih
kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu.

Cobalah berdzikir atau tadabur al qur’an ba’da shalat, akan terasa aneh ditengah-tengah orang
yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya tidak silau dan nyaman.
Orang yang mau shalat malah serasa menumpang ditempat orang tidur, bukan malah  baliknya, yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat. Aneh bukan ?

Cobalah hari ini shalat jum’at lebih awal, akan terasa aneh, karena mesjid masih kosong,
dan baru akan terisi penuh manakala khutbah kedua menjelang selesai.
Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh
ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar
gue, elu, gue, elu dan test..test, test saja.

Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau ayat al qur’an,
pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan
yang tak lucu, berita hot atau lainnya.
Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang
“aneh” selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari’at dan tata nilai
serta norma yang benar.

Jangan takut “ditumbenin” ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian rapih, karena itulah yang
benar yang sesuai dengan al qur’an (Al A’raf:31)
Jangan takut dikatakan “sok alim” ketika kita lakukan shalat dhuha dikantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul gak karuan.
Jangan takut dikatakan “Sok Rajin” ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang
shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman.
Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di
waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa*).

Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Annisaa:103)*
Jangan takut untuk shalat jum’at dishaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. ….
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli (1475), yang demikian itu lebih
baik bagimu jika kamu Mengetahui. (Al Jumu’ah:9) [1475] Maksudnya: apabila imam Telah
naik mimbar dan muazzin Telah azan di hari Jum’at, Maka kaum muslimin wajib bersegera
memenuhi panggilan muazzin itu dan meninggalakan semua pekerjaannya.

Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al qur’an, karena itu adalah
sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;
*Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah*, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ” Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang
yang menyerah diri ?” (Fusshilat:33)

Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang
amal bagi kita. Kalau sekali seru, sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, habis donk ladang amal kita….
Kalau yang kirim e-mail humor saja,gue/elu saja, test-test saja bisa kirim e-mail setiap hari,
kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau bahkan ribuan kali untuk saling
memberi nasehat,aneh nggak sih ?
Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wong itu yang disuruh kok,
“sampaikan dariku walau satu ayat”

Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran dan bertujuan untuk
kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari orang-orang terkenal, e-mail dari manajer atau dari
siapapun kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim
saja.

Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan
pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun.
Lakukan “keanehan-keanehan” yang dituntun manhaj dan syari’at yang benar.

Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur’an & Hadist), meskipun akan terasa
aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral. Lagian kenapa kita harus takut disebut “orang aneh” atau “manusia langka” jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan menyelematkan kita.

Selamat jadi orang aneh ….😀

June 24, 2007

Karir, kemapanan dan AGAMA ………

Filed under: Tentang Hidup .... — mpiq @ 5:37 pm

Karir…….

Definisi pastinya sih saya ga tau tentang karir, tapi yang pasti identik dengan kemapanan ekonomi. Tapi terkadang miris aja kalo akhirnya Karir lebih diutamakan dibandingkan dengan agama yang kita anut. Knapa begitu ??

Banyak orang rela melakukan apa saja demi Karir, tapi sangat sedikit orang mau melakukan apa saja demi agama. Bahkan banyak orang yang menjadikan karir sebagai dasar hidup, sehingga terkesan kalo ga ada karir, ga bisa hidup. Begitu pula masih banyak orang yang tidak mau karirnya diputus begitu saja demi agama, lha apa contohnya ??

Menikah….. adalah salah satu tuntunan agama, jadi ketika pilihan menikah itu sudah kita tentukan, segala macam diluar aturan agama seharusnya bisa dikesampingkan. Laki-laki adalah kepala keluarga, dia yang bertanggung jawab dengan keadaan keluarga dan rumah tangga, sedangkan wanita adalah sebagai penjaga gawang dalam bahtera rumah tangga, menjaga martabat keluarga, oleh sebab itu kenapa disebut dalam agama itu “WANITA ADALAH TIANG AGAMA”.

Nah, ketika wanita yg memiliki karir (sebut saja kemudian wanita karir) harus menikah, banyak yang mengira ini adalah pilihan berat. Ketika sang suami menuntut istri untuk dirumah mengurus anak, sedangkan sang istri memiliki karir yang cemerlang, hal ini bisa menjadi sesuatu yang meruntuhkan agama karena akan menjadi masalah dalam keluarga ketika sang istri menolak…. Ya, menolak karena karirnya tidak mau terputus yang tentu saja dengan alasan ekonomi dan bla bla bla…. Jadi bukan hal yang aneh ketika akhirnya perceraian menjadi jalan terakhir karena sang istri merasa mampu untuk mengurus dirinya sendiri dengan karirnya itu. Sedangkan dalam tuntunan agama bercerai itu adalah hal yang di benci Allah. Tapi pilihan itu sering menjadi pilihan karena alasan “duniawi” toh si wanita karir bisa mancari pasangan lain yang berada diatas derajat karirnya, padahal usia “karir” cuma sampe lubang kubur aja, ya paling si bos dan pejabat yg nganter kita sampe kuburan, trus karir itu otomatis hilang dan berganti dengan pertanggungjawaban perbuatan selama di dunia….. Subhanallah….

Emansipasi wanita….. siapa sih yang menciptakan ??

Saya ngga tau pasti, yang jelas dalam ISLAM tidak ada hal tersebut. Allah membuat semua perbedaan itu, karena pasti ada alasannya dan kita tidak bisa mempertanyakan itu kepada Allah, sebagian alasan itu ada dalam Al-Qur’an…. Dan yang jelas, saya adalah salah satu manusia yang menolak Emansipasi Wanita, karena dalam kodratnya wanita tidak bisa melebihi laki2 dalam hal tertentu… misalnya menjadi pemimpin agama. Mengapa demikian, karena sangat banyak kelemahan yang dimiliki wanita, terkadang sang wanita tidak pernah mau mengakui atas keterbatasan2 tersebut… saya tidak bisa jelaskan apa kekurangan itu, tapi yang pasti Allah memiliki alasan yang tepat untuk meng-kodratkan wanita selalu dibawah laki2.

Menjalani dunia tidak berbeda jauh dengan kita menjalani ibadah, karena hal2 yang kita lakukan di dunia adalah ibadah. Dalam shalat berjamaah misalnya, selagi masih ada laki2 disitu, maka laki2 itu harus menjadi Imam dalam sholat berjamaah itu, meskipun laki2 itu ga pinter agama, ga jago baca qur’an dan ga bisa menghafal ayat, padahal didalam jamaah itu ada wanita yg bergelar “Ustadzah” yang artinya pemahaman agamanya melebihi laki2 tersebut…. Tapi apa bisa “Ustadzah” tersebut jadi imam ??

Itu adalah kenyataan, bahwasanya Allah menciptakan laki2 lebih dari wanita, oleh karenanya beban tanggung jawab laki2 sangat besar dibandingkan oleh wanita…

Namun, laki2 pun harus tau diri dengan kodratnya dia yang memiliki tanggung jawab besar. Dalam hal ini banyak pula kasus laki2 yang ga tau diri atas tanggung jawab ini. Oleh sebab itu, agama adalah dasar hidup dari setiap orang. Jika laki2 memahami agama yang dianut, maka dia pasti akan memahami dan menjalankan tanggung jawab dia dengan kodratnya sebagai laki2.

Yah, karir terkadang menutup mata kita terhadap dasar hidup yang sebenarnya, hal ini berlaku bagi laki2 dan wanita. Ketika karir laki2 diatas segalanya, banyak perbuatan yang menzalimi wanita (istrinya). Akhirnya tanggung jawab terhadap keluarga hilang atau terbengkalai.

Kembali ke karir, yang identik dengan kemapanan hidup. Sedangkan kemapanan hidup itu bagi saya bukanlah jaminan seseorang untuk bahagia. Agama saya mengharuskan umatnya untuk memiliki harta berlebih, fungsinya adalah untuk kontrol sosial, dengan umat yg berlebihan, maka akan bisa membantu umatnya yg kekurangan sehingga kesejahteraan bisa terjalin dan dialami oleh semua umat, dengan harta berlebih bisa lebih banyak beramal untuk kesejahteraan bersama. Memiliki harta berlebih tanpa dasar agama, hal ini yang berbahaya, saya ga mau jelaskan ini, karena gak perlu dijelaskan juga pastinya pembaca sudah tau apa itu.

Karir, juga bisa mempengaruhi pilihan dalam hidup. Ketika seseorang memilih pasangannya untuk menjalani hidup bersama, terkadang karir selalu menjadi hal yang terdepan dibandingkan dengan agama. Dan disini sebetulnya peran orang tua yang bijaksana bisa terlihat. Orang tua yang bijaksana akan lebih melihat sisi agamis terlebih dahulu dibandingkan sisi karir.

Orang tua yang bijak akan lebih mementingkan hukum agama dibandingkan hukum dunia. Orang tua yang bijak biasanya akan menyuruh anaknya cepat menikah jika sudah menentukan pasangannya daripada harus menunggu ngumpulin duit buat bikin pesta pernikahan. Karena pernikahan yang sah itu adalah saat kita Ijab Kabul didepan penghulu dengan prasyarat yang ditetapkan dan sesuai dengan hukum agama yaitu mas kawin dan saksi, bukannya dengan harus memberi uang puluhan hingga ratusan juta kepada calon mertua buat bikin pesta pernikahan….

Seorang sahabat berkata… “Realistis donk, emang kamu mau kasih makan apa anak orang ntar ??”

Yess, i knew that… Tapi apakah kita harus memaksakan sisi realistis dibandingkan sisi agama yg sesungguhnya sangat lebih penting dan menurut saya itulah yang paling penting ??

Masalah makan, itu sudah menjadi tanggung jawab bersama, karena saat saya menentukan untuk melangkah ke jenjang ini, tentu saja semua resiko harus ditanggung bersama keduabelah pihak, dan saya yakin ALLAH tidak akan tidur dalam hal ini, karena apa yang kita lakukan untuk keyakinan kita kepada ALLAH semata….

” Menikahlah kamu jika telah memilih pasangan hidup, jangan engkau takut dengan Rizki-KU ”

Kenyataannya saya banyak melihat dari keluarga saya yang sederhana sampai sahabat2 saya yang hidup sederhana bahwa menikah dengan keyakinan karena ALLAH terbukti pintu rejeki mereka tidak pernah tertutup, apalagi jika telah memiliki anak…. ada yang bilang itu adalah “rejeki anak”….. who else🙂

Dan yang utama adalah restu orang tua yang berdasarkan atas agama, bukan berdasarkan atas karir, kemapanan dan realitas…. Disini memang pihak orang tua harus menyikapi dengan bijak, karena masa depan anaknya akan menjadi tanggung jawab anaknya itu sendiri….. (Dear, smoga nanti klo kita jadi orang tua harus sangat bijaksana dalam hal ini yahh…)

Harta, karir dan segalanya masih bisa diwujudkan dengan segala hal, namun kadang kita selalu ditutup mata dengan hal yang disebut “realistis” tadi. Padahal kalo kita melihat lebih kebawah, ada kok yang menikah di depan ustadz yang ga dibayar karena mereka ga mampu membayar, masih banyak orang menikah dengan pesta seadanya karena mengutamakan sisi agamis dan tanggung jawab umat kepada Allah (hablum-minallah)…

Namun sayang disayang, masih banyak di jaman ini orang tua yang lebih malu sama orang lain dibandingkan untuk malu kepada Allah, sehingga dengan alasan bukti tanggung jawab, tradisi keluarga dan bla bla bla yang lain, selalu ada tuntutan kepada calon menantu seperti harus nyiapin uang puluhan juta, harus pake adat ini, harus ngundang ini, nikah di gedung ini, dan bla bla bla lain yang macem2.

Sebagai laki2 yang akan menjadi calon suami, tentu saja hal itu sudah terpikirkan. Pernikahan tentunya harus ijab kabul, membawa mas kawin, terdapat saksi dan ada yang men-sah-kan, itu hukum wajibnya. Sedangkan Walimah (resepsi) hukumnya sunnah, oleh karenanya bisa dilakukan jika memiliki harta yang berlebih, namun tentunya bukan dengan cara yang berlebihan.

Tapi lucunya di jaman ini, kalo hukum wajibnya (yaitu menyediakan mas kawin) justru ngga seberapa….. kita bisa lihat kebanyakan mas kawin adalah seperangkat alat shalat & qur’an (yang mungkin ga pernah diamalkan karena ga pernah solat dan ngaji) yang harganya umumnya ga sampe 1 juta atau mas kawin dibikin nyeleneh misalnya dengan uang Rp. 9.999 yang mungkin angka itu berarti bagi pasangan tersebut atau hal2 aneh lainnya, padahal menurut hukumnya mas kawin itu adalah wajib dan nantinya dipertanggungjawabkan dimata Allah.

Sedangkan kalo hukum sunnah-nya (Walimah / resepsi) bisa menghabiskan biaya puluhan hingga ratusan juta, yang seharusnya biaya itu bisa dipakai untuk menjalani bahtera rumah tangga, tapi ludes cuma untuk mengerjakan hal yang sunnah dan malahan lebih sering menjadi beban rumah tangga karena biasanya memaksakan walimah / resepsi ini dengan berhutang….

Yahhh…. mungkin ini hanya sekedar tulisan tanpa arti ditengah hiruk pikuknya kebutuhan manusia dalam hidup, yang pasti sepertinya kemapanan hidup selalu menjadi tokoh utama. Sebuah fenomena aneh bagi saya, tapi mungkin saya yang disebut aneh oleh orang2 yg meng-agungkan kemapanan hidup sebagai “agama #1″……

Saya juga bingung euy knapa saya tiba2 pengen nulis beginian…… hehehehehehe😀

April 9, 2007

“Takdir” & “Bukan Takdir”

Filed under: Tentang Hidup .... — mpiq @ 10:25 pm

Seorang sahabat belia bertanya kepada saya lewat YM dan meminta opini saya tentang GAY, apakah itu takdir atau bukan ??

Saya menjawab :

Allah tidak akan memberikan takdir umat-Nya dengan suatu hal yang buruk. Saya katakan itulah “intinya”, sungguh kita tidak boleh menjustifikasi bahwa Allah memberi takdir seperti sedemikian rupa…. Selalu ada solusi, selalu ada jalan dan selalu ada usaha yang harus dicapai tak lepas dari do’a kita kepada-Nya.

Lalu pertanyaan berlanjut, apakah kaum GAY tersebut menjadi “biasa” karena hidup dikota besar seperti Jakarta ?

Saya kembali jawab :

Itulah sebabnya mengapa mereka “tidak bisa sembuh”, mereka tidak berusaha untuk “sembuh” tetapi malahan mencari “teman” dalam satu komunitas, mencari pengakuan akan ketidaknormalan-nya. Bukan mencari jalan keluar dari solusi yang dihadapi, tidak bertanya kepada dirinya sendiri apa yg terjadi dengan perilakunya tersebut.

Sahabat belia saya menjawab ” done… I accepted ur opinion, thats the real thing…

Dan pagi ini saya begadang lagi, berfikir tanpa bisa tidur. Berdebar-debar menunggu saat-saat “The PRECIOUS MOMENT” 5 hari lagi. Ya, 5 hari lagi saya akan menjalani rasa paling mendebarkan dalam hidup saya, juga paling membahagiakan… dan bertanya dalam hati… ” inikah takdir saya, bersama dia-kah takdir saya… Sungguh Allah Maha Adil dan Sayang Umat-Nya jika memang ini AKHIRNYA menjadi TAKDIR saya…. ”

Sahabat….. terima kasih semuanya, dengan dukungan kalian, dengan cacian kalian, dengan amarah kalian dan juga dengan Doa kalian akhirnya saya bisa keluar dari lingkaran yang selama ini membuat hidup saya terpuruk, hingga bisnis saya nyaris hancur…..

Ya Allah, terima kasih Engkau telah mendengarkan semua Doa Orang Tua-ku, juga doa-doa ku di malam panjang yang sering ku lalui. Akhirnya engkau telah mengirimkan sesosok Dewi yang harus aku jaga, aku lindungi, aku sayangi dan aku cintai hingga ajal memisahkan kami berdua….

Ya Allah, terima kasih Engkau telah memberi kami berdua KEYAKINAN untuk memujudkan TAKDIR yang engkau gariskan. Bersama keyakinan ini kami akan menjalani semuanya untuk mengikuti garis hidup yang Engkau berikan pada kami. Insya Allah kami tidak akan pernah mengecewakan-Mu dalam kami menjalani hidup ini berdua.

Kami berdua akan menjalani hidup ini untuk menjadi TAKDIR-Mu …….

March 9, 2007

Motret lagi…. hayuuuuk

Filed under: Hobi — mpiq @ 12:22 am

Duh, dah lama hobi yang satu ini kelupaan akibat terlalu lama ngurus warnet. Jadul dulu, saat saya masih pake kamera NIKON FE2 dan lensa Tele 28-300 rasanya udah wuihhhh banget… serasa jadi paparazi….. *halah-halah*

Akhirnya semenjak punya account di AyoFoto!  saya jadi terenyuh mau motret lagi, walaupun sebagian foto2 saya yg ada diweb ini hasil dari hape SE-K750i sayah, namun cukup mumpuni untuk dapet komentar dari member yang lain…. lumayan khan *nyengir-kuda*

Dan minggu besok, ada yg ngajak motret2 sunset dan motret2 model (kayaknya ga ngejar motret sunset-nya deh….. tapi bakal banyak motret modelnya… hehehehehe) di jatiluhur. ho oh di jatiluhur, sebuah tempat asing yang belom pernah saya kunjungi (padahal saya teh udah pernah ke beberapa gunung di sumatera & jawa). Nah ini g saya bingung dengan teman saya yg ngajak. Kok ya nyari sunset di jatiluhur….. knapa ga ke pantai aja yg lebih uendaaaaah getu……

Tapi ya sok aja mo dijabanin dulu lah, kamera NIKON FM2 dan tele-nya kayaknya bakal dipake lagi, walau nantinya bakal bete karena harus cuci cetak dan scan…. blom lagi nantinya kudu set diagfragma dan speed-shooter buat bikin hasil yg lumayan mumpuni untuk dikasih nilai oleh para member2 jagoan AF!

Jadi yah…. tunggu aja deh hasilnya abis hari minggu ini. Tapi ga saya aplot disini yah, liat aja di AF!

Lagi mikir2 mo beli kamera SLR digital….. kudu rajin menabung lagi dan mengurangi budget untuk belanja gadget yang ga jelas getu deh, yang intinya ga boleh sering2 ke mangga-dua mall….. takut napsu liat gadget2 yang baru dan bikin kanker….. hehehehehe

DownWind (Tailwind)… ADAM beruntung, GARUDA tidak…

Filed under: Analisa — mpiq @ 12:02 am

adam-patah.jpgga-crash.jpg

Mohon maaf, terutama kepada keluarga dari para penumpang Garuda Indonesia yang kecelakaan di Jogja, tulisan ini bukan untuk membela siapapun. Saya yang menulis ini ikut berbelasungkawa atas terjadinya musibah ini.

Dalam dunia penerbangan yang saya pelajari dan saya lakoni dulu, bahwa dalam sebuah penerbangan itu setiap detiknya selalu tidak lepas dari maut. Peribahasa bahwa “Selalu ada petaka bahkan dilangit yang luaspun” seakan menjadi pertanda bahwa kecelakaan bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan yang paling sering tanpa disadari.

Kembali ke kecelakaan GARUDA di Jogja, tentunya kita masih ingat dengan kejadian pesawat tipe yang sama yaitu Boeing 737-400 milik ADAM AIR. Sejak adanya penerbangan murah, pilihan saya selalu jatuh pada ADAM AIR, bukan karena pramugarinya cantik2 dan punya Friendster (itu sih kebetulan aja kalee…), tapi saya lebih melihat ke armada pesawatnya. Saya tau banget pesawat MD-85 punya LION, dan saya juga cukup ngerti bahwa Boeing 737-200 sudah banyak dilarang terbang di beberapa negara Amerika dan Eropa. Dan selama ini, alhamdulillah saya selalu terbang dengan armada 737-400 ADAM AIR.

Dan dimata saya, kecelakaan 2 pesawat ini (hardlanding ADAM & GARUDA) ada dalam kasus yang sama.

Pada saat melakukan pendaratan, pesawat harus melawan arah angin untuk mendapatkan pendaratan yang baik… nah, arah angin ini kadang datangnya bukan hanya dari depan, tapi bisa samping kiri/kanan atau juga dari belakang pesawat (tail-wind). Oleh karenanya ketika akan mendarat pilot akan selalu meminta kepada ATC (Air Traffic Control) tentang datangnya arah angin ini, data seakurat mungkin dari kecepatan angin hingga sudut datangnya arah angin serta kondisi kelembaban udara yang diakibatkan oleh angin ini, semua itu akan membantu sekaligus mendukung pendaratan yg diinginkan (biar selamat getu…..) dan pilot harus mendaratkan pesawatnya melawan arah angin.

Down-wind adalah angin yang berasal dari atas yg turun ke bawah dengan kecepatan yg kadang tidak terduga, saya pernah mengalaminya dan itu sangat membuat syok.
Down-wind yang bikin celaka ini, bukan hanya sering terjadi di Indonesia, banyak contoh2 kecelakaan yang terjadi di dunia bisa diakibatkan oleh down-wind ini. Jangankan pesawat sekecil 737, pesawat segede 747 aja bisa dihempaskan ke landasan (runway) akibat ulah si down-wind ini. Memang sih, seringnya down-wind ini terjadi akibat cuaca di sekitar bandara tidak menentu (baca: cuaca buruk). ADAM AIR yang melakukan hard-landing di Juanda, mendarat dalam kondisi cuaca hujan lebat. Dalam kondisi demikian memang harusnya pilot melakukan Hard-Landing kalo pesawat mau selamat sampai ujung landasan. Karena jika melakukan pendaratan yang normal, justru yg terjadi pesawat bisa melenceng dan bablas ke ujung landasan seperti yg terjadi pada MD-85 LION AIR di solo (masih ingat khannnn….)
Hard-landing dalam kondisi hujan lebat dan landasan berair berfungsi untuk menghindari AQUAPLANING, yaitu kondisi dimana saat mendarat, karena efek kecepatan pesawat yg diatas 200 KM/jam, maka roda pesawat akan diselimuti oleh air yg menggenang di landasan yang akibatnya roda tidak menyentuh aspal landasan dan untuk beberapa ratus meter ke depan keadaan pesawat “melayang” diatas air yg menggenang di landasan dan artinya fungsi rem sama sekali tidak berfungsi karena roda tidak menjejak ke aspal landasan.

Dalam hal GARUDA, beberapa saksi mengatakan pesawat sudah mendarat tetapi tiba2 pesawat seperti terlalu cepat dan pesawat terpental 3 kali (dalam bahasa gaul pilot, ini biasa disebut jumpy-landing), hal ini disebabkan karena adanya down-wind tersebut dan kemungkinan besarnya down-wind ini berasal dari arah belakang pesawat sehingga mendorong pesawat ke depan dan hal ini biasa sulit diantisipasi oleh pilot karena tahap ini sudah 99% landing. Kejadian ini bisa terjadi hanya sepersekian detik, dan antisipasi pilot untuk full-throttle (menambah penuh kecepatan pesawat) dan menutup flap yg sudah dalam kondisi full-flap-down menjadi ke posisi 20-degree untuk seterusnya naik, menanjak dan mencoba kembali mendarat sepertinya tidak cukup waktu dikarena beberapa hal, landasan terlalu pendek misalnya.

Ditambah lagi kemungkinan akibat jumpy-landing tadi menyebabkan beberapa struktur pesawat mengalami kerusakan. ADAM AIR cukup beruntung hanya bisa “bengkok” fuselage-nya (baca: badan pesawat) tanpa patah. Namun mungkin (sekali lagi mungkin) akibat jumpy-landing yg sampai 3x ini membuat engine pesawat GARUDA menggelosor landasan dan disaat yang sama beberapa struktur pada sayap mengalami keretakan akibat bantingan 3x tadi dan avtur yang terdapat di sepanjang pesawat-pun mengucur mengenai percikan api akibat gesekan cowling-engine (body mesin) ke landasan…. dan BOOOMMM, ledakanpun terjadi.
Pusat kebakaran terjadi pada engine yg menggantung pada sayap untuk sejurus detik kemudian mesin pesawat terlepas dan mental akibat impak dengan tanah yg tidak rata (baca: rerumputan pinggir landasan, jalan raya, pagar bandara, persawahan) akibatnya lubang bahan bakar kian menganga dan pada pesawat, SAYAP merupakan TANGKI BAHAN BAKAR. Akibatnya, kebakaran hebat pun tidak dapat dihindarkan dan membuat beberapa ledakan lanjutan.

Allah masih melindungi, dari 133 penumpang sebagian besar selamat dan itupun berkat pengetahuan yang diberikan sesaat sebelum pesawat take-off. Biasanya pramugari menunjukkan mana saja pintu darurat dan dalam penerbangan biasanya yg duduk di bagian pintu darurat harusnya laki2 dewasa yg (usia 20-30 tahun). Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu (seperti kasus GARUDA ini), maka laki2 tersebut memiliki kekuatan untuk membuka pintu darurat.
Dalam beberapa penerbangan internasional, pramugari biasanya akan meminta untuk menukar tempat duduk jika kebetulan yg duduk di pintu darurat adalah manula/anak2 ditukar/pindah tempat duduk dengan lelaki dewasa.

Namun, ini adalah kecelakaan dan musibah… bicara secara agamis ini adalah kehendak Allah yg kita gak akan bisa menahannya, hanya Allah akan meminta kita bagaimana menyikapi kecelakaan ini dengan sikap yg tidak berburuk sangka dan mengambil hikmah dari kejadian tersebut. GARUDA adalah airline yg memiliki keketatan dalam maintenance pesawatnya, kesehatan dan performa crew-nya (terutama pilot). Jadi sekali lagi, mari kita sikapi musibah ini dengan tidak berburuk sangka dan menuduh beberapa pihak, namun ambil hikmah dibalik musibah ini dan hikmah yg positif tentunya.

March 2, 2007

Rugi gak sih kalo Warnet beli WINDOWS yang ASLI … ??

Filed under: Tentang Warnet — mpiq @ 5:51 pm

Walau teman-teman warnet sudah banyak yang melegalkan warnetnya, entah itu menggunakan OSS seperti LINUX atau PINUX, namun ada juga yang tetap menggunakan propriatery seperti WINDOWS.

Kebanyakan WINDOWS yang digunakan teman-teman warnet adalah Windows XP Home Edition bahkan masih banyak juga yang menggunakan Windows 98 Second Edition. Dengan harga kisaran sekitar Rp. 800.000,- (nyaris sama dengan harga sebuah Mainboard atau Prosesor AMD).

Tapi, ada beberapa teman yang menganggap rugi membeli Windows tersebut dengan berbagai alasan, seperti harganya yang mahal, tidakan hukumnya adalah delik aduan (padahal kalo sudah kena sweeping ga bisa argumen apa-apa sama polisi dan mengandalkan sodara yg militer atau…. bayar sama yg sweeping) dan aneka macam alasan yang lain dan pada ujungnya akan berkata … RUGI !!!!

Ya silahkan aja berkata begitu, tapi ya jangan pake BAJAKAN dong, pake yang udah dan bebas dipake seperti OSS, entah itu LINUX atau PINUX buatan anak bangsa. Jangan ogah beli Windows dengan alasan ini itu tapi malah pake Bajakan. Kalo memang berorientasi bisnis, ya gunakan jalan bisnis dan otak bisnis. Berbuat secara legal, patuh akan aturan yang ada dan harus yakin kalo Software itu termasuk dalam INVESTASI yang harus dimasukkan dalam hitungan Modal.

1. Harus pake OS apa warnet saya ?

Untuk mejawab pertanyaan diatas, yang pertama kali diperhatikan sebelum membuat warnet adalah KONSEP. Konsep apa yang akan warnetters gunakan. Apakah hanya sekedar warnet untuk browsing, chatting, friendster dan kirim-kirim email. Kalo konsep seperti ini, OS open-source seperti LINUX dan PINUX lebih cocok, karena selain investasi kecil (hanya modal 2 CD yang harganya ga sampe Rp. 20.000,- untuk semua PC) semua yang ada di OSS bisa melakukan hal-hal yang ada dalam konsep yang akan warnetters gunakan untuk warnetnya.

Nah, jika warnetter merasa ingin lebih untung karena banyak masyarakat yang lebih kenal dengan Windows, maka belilah yang ASLI dan masukkan dalam anggaran modal belanja Investasi. Harga Rp. 800.000,- cukup worthed, apalagi jika warnetters sudah membaca pasar yang ada (atau misalnya untuk membuka warnet cabang). Memang benar bahwa banyak yang memegang prinsip bisnis DENGAN MODAL KECIL MENGHASILKAN KEUNTUNGAN YANG BESAR, tapi hal tersebut harus dibarengi dengan LEGALITAS menjalankan bisnis itu. Legalitas itu bisa berupa mengikuti aturan lingkungan, daerah, pemerintah atau bahkan aturan negara. Dalam hal ini, LEGAL SOFTWARE termasuk didalamnya.

2. Mari kita berhitung …

Nah, untuk melihat apakah dengan OS asli kita akan UNTUNG atau BUNTUNG, mari kita berhitung dengan berpatokan pada OS Microsoft WINDOWS XP Home Edition. Kita berandai-andai akan membangun Warnet dengan KONSEP Internet Zone & Games Centre dengan jumlah PC sebanyak 50 unit dan pastinya sudah memiliki MSRA. Kita berandai-andai pula LOKASI warnet ini cukup strategis, anggap saja wilayah kampus, sekolah dan kost-an

  • Modal membeli Windows XP Home Edition = Rp. 800.000,- x 50 unit = Rp. 40.000.000,- yang artinya merupakan bagian dari Investasi awal.
  • Jika modal total Warnet sebesar Rp. 400.000.000,- maka jumlah untuk Investasi Pembelian Windows XP Home adalah kurang lebih 10 % dari Investasi WARNET.
  • Saya berpatokan pada rumus seorang sahabat saya yang juga memiliki 4 buah warnet, rumus sahabat saya itu adalah okupansi yang baik untuk Warnet (okupansi per PC sekitar 50%) adalah : Pemasukan Kotor (Gross) = Rp. 1.000.000,- /PC/Bulan.

Maka perhitungan pendapatan kotor / bulan adalah : Rp. 1.000.000,- x 50 PC = Rp. 50.000.000,- (namun saya yakin dengan PC sebanyak 50 unit dengan Konsep ini bisa mendapatkan lebih dari pendapatan rumus sahabat saya diatas) yang artinya akan mendapatkan lebih dari Rp. 50.000.000,- per bulan. Selanjutnya setelah didapat perhitungan pendapatan kotor, coba kita hitung berapa biaya pengeluaran per bulannya, seperti tercantum dibawah ini.

  • Beban biaya bandwith bulanan = Rp. 10.000.000,-
  • Beban listrik bulanan = Rp. 6.000.000,-
  • Beban gaji pegawai @ Rp. 700.000,- x 6 orang = Rp. 4.200.000,-
  • Biaya beban lain-lain = Rp. 1.000.000,-
  • Maka total perkiraan pengeluaran bulanan adalah Rp. 21.200.000,-
  • Yang berarti keuntungan bersih (PROFIT) dalam 1 bulan adalah Rp. 28.800.000,-
  • Rp. 28.800.000,- x 10 % = Rp. 2.880.000,- kemudian Rp. 40.000.000,- / Rp. 2.880.000 = 14 bulan.
  • Jadi, balik modal (B.E.P) dari Investasi Pembelian Windows XP Home adalah 14 bulan.

So… dengan perhitungan kasar diatas maka dalam 1 tahun 2 bulan Modal Investasi Pembelian Windows XP Home dan juga Modal Investasi WARNET sudah kembali (silahkan dihitung deh…) dan sisanya tinggal menunggu UNTUNG. Dengan Investasi Rp. 400.000.000,- lalu dengan kembali modal selama 1 tahun 2 bulan menurut saya itu sudah termasuk sangat bagus.

Jadi, tidak ada alasan khan untuk menggunakan WINDOWS BAJAKAN ……

~ Be LEGAL ~

February 1, 2007

Invitation to MUNAS AWARI 2007

Filed under: Organisasi — mpiq @ 7:43 am

MUNAS AWARI yang diadakan di Bandung tanggal 24-25 Februari nanti bukan hanya sekedar ajang silaturahmi antar warnetters, tetapi jg bisa menjadi ajang saling membuka bisnis & kerjasama.

Di Lokasi MUNAS akan diadakan pameran / bazaar yang diisi oleh sponsor dan pihak vendor. Panitia menyediakan sekitar (+/-) 20 stand + 1 WARNET AWARI.

Pameran akan berlangsung selama Munas, yaitu selama 2 (dua) hari.

WARNET AWARI adalah Simulasi Warnet LEGAL, didalamnya terdapat PC yang berplatform Propriatery & Open-Source. Bagaimana nanti warnet yg menggunakan platform Windows ASLI tetap Legal dengan program aplikasi yang juga Legal akan bisa dilihat disana. Peserta juga akan melihat bagaimana kinerja Client, Billing & Server PINUX, juga SOLITE dan beberapa Distro lainnya yang cocok untuk WARNET LEGAL.

Sedangkan Stand disediakan untuk pihak vendor & sponsor. Saat ini panitia membuka kepada pihak vendor yang berminat untuk mengisi STAND.
Bagi vendor yang berminat untuk mengisi STAND pada saat penghelatan Munas AWARI 2007 di bandung, dapat menghubungi panitia (by Japri)

mailto : munasawari@yahoo.com —- official website : http://www.awari.or.id

January 25, 2007

Mass Rapid Trans (MRT) ala Jakarta …..

Filed under: Pindahan dari Blog-FS — mpiq @ 5:41 pm

 

Ditengah kondisi merosotnya demand warnet (karena kuliahan pada libur dan anak sekolah banyak yg ujian Her)…. akhirnya ane juga ngirit bensinin taksi, hehehehehe.

Karena kebutuhan “update” keyboard warnet yg udah pada ilang hurupnya & udah beberapa user yg komplen… finally ane jalan ke mangga dua buat ngeborong LOGITECH.
Ya itu, karena ngiritin bensin taksi, akhirnya ane brangkat dengan Mass Rapid Trans alias KRL Jabotabek, maklum dibanding taksi yg ke mangga dua bisa sampe 100 rebu, dengan MRT ala Jakarta itu cukup ngabisin duit 4.500 perak (naek angkot 1.500 ke stasiun UI, naek KRL 1.500 sampe Kota BEOS, naek mikrolet 1.500 sampe Dusit Mangga-Dua)…..

gila, irit khan….

Walau campur keringat dan bebauan standar, ane masih enjoy dengan iPod di kuping dengerin total 20 lagu sampe Mangga Dua.

Nahhh….. waktu naek KRL, ane dapet KRL tahun jebot jamannya pak harto lagi membangun bangsa…. usianya kira2 35 tahun lah, namun ajaib seperti sulap, ntu KRL masih mampu lari diatas 100 KM/jam walau dengan goyangan “super inul”. Asli ngebut……. mungkin karena gak mau dibalap sama KRL ekspress di belakangnya kali yahhh… walau akhirnya kebalap di stasiun manggarai, hehehe…..

Hanya butuh 30 menit dari UI Depok ke stasiun Kota…. bayangin kalo naek taksi, udah mahal blom tentu 1 jam sampe.
Aneka makhluk berkrliaran di dalam KRL, mulai dari makhluk maniz sampe makhluk basi… dari makhluk yg terlihat pinter, edukasionis sampe makhluk yang pura2 pinter atau pura2 edukasionis… blum lagi makhluk yang mampu ga mandi selama 1 minggu, yg selalu sapu2in lantai KRL yg penuh dengan aneka “output” makhluk hidup… sambil nyapu dengan muka memelas semelas melasnya dia minta uang…. “kakaaaak, blum makaaaan….oooom blum makan….”

Duuuuh………..

Sampe stasiun kota terlihat di pintu kluar para penjaga pintu stasiun sibuk nahanin orang2 buat mintain karcis…. ane sih lewat aja karena beli karcis yg cuma CengGo… yg gak punya ato ilang, naas deh harus bayar 10x lipet, gak mau tau alesannya…..

Kejam…. menurut ane sih nggak, mungkin emang dengan cara gitu bikin orang2 kapok ga beli karcis walau ane jg ga yakin tu uang denda masuk ke kas PT KAI divisi JABOTABEK….

Abis naek mikrolet, ane sambangin deh vendor hardware ane… pesen Keyboard Logitech 27 biji sambil minta buru2, soalnya “my little princess” udah nelponin mlulu dari AlPus….
Kelar packing keyboard, ane cabs ke halte BusWay kota (beos) soalnya ni HP udah bergetar mulu ada panggilan dari “DeNezz” ponakan tersayang….
Ternyata ngangkat keyboard 27 biji yang dipisah jadi 13 + 14 berat juga… ane kira enteng…. Ato emang karena badan ane ceking kaya aming, makanya ga kuat ngangkat, hehehehehehehehe….

Setelah berkeringat dengan panasnya mikrolet ditambah beratnya kibor, akhirnya menikmati nyaman & dinginya BusWay….. telpon terus bergetar nanyain “udah di destination mana om….” hehehehe, sambil boong2 dikit bilang 3 halte di depannya (hayoooooooooo, ngaku akhirnya… wakakakakakak…)

Nahh, pemandangan BusWay beda banget sama KRL tadi… emang sih tiketnya lebih mahal 2rebu dari KRL… tapi di BusWay ini pemandangannya Indah Tiada Tara hahahahaha….. Dengan wangi2 parfum elite wanita2 kantoran… beuuuuh, kinclong2 bokkkkk.
Kalo di KRL yg kinclong cuma 2%, nah di Busway yg kinclong 98% nya… huehehehehe.

Finally…. sampe halte monas, knapa ni busway brenti lama banget…
Ane ngelongok ke depan, ternyata ni busway ngantri dan panjangnya persis Kereta… Usut punya usut ternyata Busway paling depan nyenggol 3 motor (gak tau mana yg bener… busway yg nyenggol apa motor yg nyenggol….) lumayan lama ada 5 menit buat ngantri…. trus 5 menit lagi buat ngambil jarak antar bus yg cuma per 1 menit. Ane ngerasain ni ponakan pasti udah gak sabaran…

Yahh…. sampe juga akhirnya njemput ponakan tersayang sambil nenteng2 kibor, trus langsung jalan ke KemPrat bwat nganterin temen2 ponakanku tersayang….

Hmmmm….. Ternyata hidup itu memang Indah…. Sayang di sia-sia in….🙂

Kejujuran itu INDAH…. walau kadang MENYAKITKAN….

Filed under: Pindahan dari Blog-FS — mpiq @ 5:41 pm

 

Hmmm….. JUJUR,

Satu kata yang sesungguhnya mencerminkan siapa kita sebenarnya. Sebuah kejujuran merupakan ciri dari seorang umat, baik terhadap agamanya, komunitasnya maupun dunianya.
Namun apakah kejujuran itu memang harus dimiliki semua orang ??

Kejujuran adalah sebuah sifat yang akan menghasilkan sebuah sikap. Sikap ini yang akan di nilai oleh semua orang yg ada di dunia ini, baik itu teman, saudara, orang tua, pacar atau orang-orang tersayang kita. Namun haruskah kita jujur dalam berbagai hal ??

Mungkin, karena kejujuran biar bagaimanapun menjadi kunci dari kesuksesan manusia menghadapi dunia. Walau (mungkin) kini kejujuran bisa dikatakan lebih sering terkubur bersama kebohongan.
Salah atau tidak, kejujuran semakin lama akan terungkap pada diri seorang manusia. Pada saat itu, tinggal bagaimana orang2 terdekat dan tersayang kita menyikapi tentang kejujuran yg terkuak… yg selama ini tertutupi oleh kebohongan.

Ya… yang pasti ada yg menerima dan ada yg tidak. Bagi mereka yg punya jiwa besar dan pastinya bisa menerima walaupun nyatanya itu menyakitkan. Hanya mereka yg pemaaf lah yg bisa menerima sebuah keterbukaan akan kejujuran yang dilontarkan setelah sekian lama tertutup oleh kebohongan belaka….

Selalu dan pasti… kejujuran itu akan membawa dampak yang positif… apapun itu.
Jadi… terimalah siapa dirimu dengan kejujuran dari orang tersayangmu.
Kebohongan adalah hal yang sangat menyakitkan, namun kesakitan itu bisa dibasuh dengan kejujuran dan hati yang lapang.

Berkatalah dalam hati “Ya, saya seperti itu…” jika ada seorang yg kita kasihi jujur mengatakan siapa kita sebenarnya. Karena penilaian ada bukan pada diri kita, tetapi ada pada orang lain.
Biasanya hal tersebut merupakan “warning” bagi kita untuk melangkah ke hidup yg lebih jauh. Tanpa itu, kita tidak bisa menilai bagaimana diri kita dimata orang lain.

Terimalah kejujuran atas koreksi orang tersayang kepada kita, niscaya itu akan membuat kita berfikir dan memperbaiki diri. Buang jauh-jauh ego kita, katakanlah dalam hati “ya” jika memang perkataan orang itu benar, walau kata2 itu menyakitkan…..

Kadang kita berbuat bukan dengan maksud seperti apa yang orang pikirkan, namun banyak penilaian orang terhadap diri kita dan sialnya kadang penilaian tersebut negatif dan memang benar-benar kita “lakoni”…..
Hal ini kadang yg membuat kita jadi senewen dan akhirnya timbul perpecahan dan kebencian, yang seharusnya kita akui bahwa “ya… saya seperti itu…”

Kenapa ???

” Karena memang begitu kenyataan yang ada, karena memang benar apa yg kita lakukan walau (mungkin) tanpa sadar itu menyakitkan orang-orang terkasih. Kita janganlah membantah karena hal itu memang benar-benar kita lakukan….. Jadi, terimalah bahwa “kita memang seperti ini…. dan kita harus bisa bercermin untuk merubah diri kita sendiri….”

Menyakitkan bukan…..🙂

Namun yang perlu diingat…
KEJUJURAN BUKANLAH FITNAH…

Hal yang tidak benar yg dilontarkan seseorang ke kita bisa berupa Fitnah, itu bukanlah kejujuran orang tersebut untuk mengingatkan kita atau memperbaiki diri kita.

Jadi, terimalah kejujuran sikap seseorang terhadap kita sebagai respon seseorang akan siapa sebenarnya diri kita…. Jangan dibantah, tapi jadikanlah cermin….
Walau memang itu menyakitkan hati kita… tapi apakah kita berfikir bahwa kita lebih menyakitkan hati orang tersayang kita dengan kebohongan kita….
Kebohongan yang dibalas dengan kejujuran adalah suatu hal yang sangat indah…. betapa itu akan menjadikan kita lebih baik dalam menjalani hidup…
Coba bayangkan seandainya kebohongan kita dibalas lagi dengan kebohongan orang tersayang kita… apa jadinya, masalah gak akan terselesaikan.

Jadi….. terimalah siapa diri kita sebenarnya untuk kebaikan kita sendiri, janganlah menjadi orang lain, tapi jadilah diri kita…

WALAU ITU KADANG MENYAKITKAN dan PASTI SULIT UNTUK DITERIMA…..

Older Posts »

Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.